Jakarta – Jorge Martin secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menjegal langkah Marc Marquez dalam mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 pada seri yang berlangsung akhir pekan ini.
Pembalap Pramac Racing tersebut menegaskan bahwa dirinya berupaya keras agar penentuan trofi juara dunia tetap berlangsung hingga seri penutup musim.
Upaya ini dilakukan Martin sebagai bentuk respons atas dominasi Marquez yang semakin kokoh di puncak klasemen sementara musim 2026.

Also Read
Martin mengakui bahwa Marquez saat ini memegang kendali penuh atas persaingan, namun ia menolak untuk menyerah sebelum bendera finis terakhir dikibarkan.
“Tentu saja saya tidak ingin melihat dia (Marquez) merayakan gelar juara dunia di sini,” ungkap Martin sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi pembalap, Jumat (6/11/2026).
Ia menekankan keinginannya untuk terus memberikan perlawanan sengit di atas lintasan balap.
“Saya ingin bertarung sampai akhir. Kami telah bekerja keras sepanjang musim dan ingin memastikan segalanya ditentukan di balapan terakhir,” tegasnya.
Perjalanan Martin menuju gelar juara memang tidak mulus, terutama dengan adanya kendala teknis serta beberapa kesalahan kecil yang terjadi di paruh kedua musim.
Di sisi lain, Marquez tampil dengan konsistensi yang luar biasa, menempatkan dirinya sebagai kandidat terkuat peraih mahkota juara dunia musim ini.
Meskipun menghadapi tantangan berat, pembalap asal Spanyol tersebut tetap menaruh optimisme tinggi terhadap performa motornya saat ini.
Martin meyakini bahwa ia memiliki kecepatan yang mumpuni untuk bersaing di barisan terdepan dan memberikan tekanan psikologis kepada sang pemimpin klasemen.
“Kami harus fokus pada diri sendiri,” ujar Martin.
Ia menegaskan pentingnya menjaga performa puncak di setiap tahapan balapan yang akan dijalani.
“Kami harus tampil maksimal di setiap sesi, mulai dari kualifikasi hingga balapan utama,” jelasnya.
Strategi yang ia terapkan adalah memenangkan balapan akhir pekan ini guna mempersempit selisih poin dan menunda pesta perayaan sang rival.
“Jika saya bisa memenangkan balapan ini, itu akan memberikan tekanan tambahan bagi Marc,” paparnya.
Situasi klasemen saat ini memang menempatkan Marquez di atas angin, namun dinamika balap motor selalu menyisakan ruang bagi ketidakpastian.
Faktor eksternal seperti kondisi cuaca yang tidak menentu, pemilihan kompon ban yang krusial, serta risiko insiden di lintasan kerap menjadi penentu hasil akhir yang tak terduga.
Martin berharap para penggemar MotoGP dapat menyaksikan pertarungan yang sengit dan adil hingga seri terakhir.
Baginya, merebut gelar juara dunia setelah melewati perjuangan panjang hingga titik penghabisan akan memberikan kepuasan tersendiri.
Balapan akhir pekan ini diprediksi menjadi momen paling krusial dalam kalender MotoGP 2026.
Seluruh perhatian kini tertuju pada duel antara dua pembalap papan atas tersebut yang akan menentukan nasib gelar juara dunia tahun ini.














