Doha – Pembalap MotoGP Jorge Martin memutuskan untuk tetap berkompetisi pada seri MotoGP Qatar 2026 meskipun saat ini sedang menderita cedera retak tulang tangan akibat kecelakaan hebat di balapan sebelumnya.
Keputusan tersebut diambil Martin demi mempertahankan posisinya di papan atas klasemen kejuaraan dunia musim ini.
Meskipun tim medis telah menyarankan pembalap asal Spanyol tersebut untuk menjalani masa pemulihan total, Martin memilih mengabaikan saran tersebut.

Also Read
Ia menegaskan tekadnya untuk tetap turun ke lintasan Sirkuit Losail demi menjaga peluang meraih gelar juara dunia.
“Tentu saja ini menyakitkan. Tulang saya masih patah dan belum menyatu sempurna. Namun, ini adalah bagian dari risiko yang harus saya ambil jika ingin tetap bersaing meraih gelar juara dunia tahun ini,” ungkap Martin dalam sesi konferensi pers yang berlangsung, Jumat (6/11/2026).
Demi mengatasi kendala fisik yang dialaminya, Martin berencana menyesuaikan gaya balapnya secara drastis.
Langkah ini diambil untuk meminimalisir rasa sakit yang muncul setiap kali ia bermanuver di tikungan tajam.
Selain penyesuaian teknis di atas motor, ia juga akan mengandalkan dukungan medis berupa penggunaan obat penghilang rasa sakit.
Tim medis pribadinya juga telah menyiapkan agenda fisioterapi intensif yang akan dilakukan sepanjang akhir pekan di Qatar.
Terdapat sejumlah tantangan berat yang harus dihadapi oleh Martin dalam kondisi fisiknya yang belum mencapai seratus persen.
Salah satu hambatan utama adalah intensitas balapan malam di Sirkuit Losail yang dikenal menuntut konsentrasi serta fisik yang prima.
Selain itu, Martin juga harus berhadapan dengan rival-rival terdekatnya yang tampil sangat dominan sejak sesi latihan bebas dimulai.
Namun, semangat pantang menyerah tetap ditunjukkan oleh pembalap tersebut saat turun ke lintasan.
Dalam sesi latihan bebas pertama, Martin mencatatkan waktu yang cukup kompetitif meski dalam kondisi tubuh yang terbatas.
Hasil tersebut meningkatkan optimisme Martin untuk mengamankan posisi start yang menguntungkan pada sesi kualifikasi nanti.
Tujuan utamanya adalah menjaga jarak poin agar tidak semakin melebar dari pemimpin klasemen saat ini.
Ia menyadari bahwa perjuangannya akan sangat berat hingga balapan berakhir.
“Saya tidak akan menyerah sebelum bendera finis dikibarkan. Saya tahu ini sulit, tetapi motivasi saya untuk menang jauh lebih besar daripada rasa sakit yang saya rasakan,” tegasnya.
Kondisi medis Martin saat ini menjadi sorotan utama bagi para pengamat balap di Sirkuit Losail.
Daya tahan tubuhnya akan diuji secara maksimal dalam balapan yang menuntut ketahanan fisik serta fokus yang tinggi.
Kehadirannya di lintasan meski dalam keadaan cedera menunjukkan ambisi besar Martin dalam perburuan gelar juara MotoGP musim 2026.














