Jakarta – Tim nasional Indonesia telah menunjukkan konsistensi tinggi dalam memanfaatkan setiap kalender FIFA Matchday untuk mendongkrak posisi mereka di peta sepak bola dunia.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa skuad Garuda terakhir kali absen dari agenda resmi FIFA pada periode Maret 2022.
Sejak saat itu, tim nasional Indonesia tercatat tidak pernah melewatkan jendela pertandingan internasional yang disediakan oleh otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut.

Also Read
Strategi ini menjadi tulang punggung upaya PSSI dalam memperbaiki peringkat FIFA secara bertahap dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi PSSI, federasi menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam FIFA Matchday merupakan langkah krusial untuk mengumpulkan poin demi poin.
Keputusan untuk selalu bertanding diambil demi mendongkrak peringkat FIFA Indonesia, ujarnya.
Pada Maret 2022, tim yang kala itu masih di bawah asuhan Shin Tae-yong terpaksa tidak memiliki agenda pertandingan resmi.
Kondisi tersebut dipicu oleh situasi pandemi yang belum sepenuhnya stabil di berbagai belahan dunia.
Selain faktor kesehatan global, Shin Tae-yong saat itu memilih memprioritaskan persiapan Timnas Indonesia U-23.
Fokus utama tim pelatih diarahkan untuk menghadapi ajang SEA Games 2021 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2022.
Sejak Juni 2022, dinamika berubah drastis dengan PSSI yang mulai rutin menjadwalkan uji coba internasional di setiap jendela FIFA Matchday.
Pola ini terbukti efektif dalam menjaga momentum kenaikan peringkat Indonesia di tabel ranking FIFA secara signifikan.
Aktifnya skuad Garuda dalam berbagai laga uji coba memungkinkan tim untuk meraih poin maksimal.
Terlebih lagi saat Indonesia berhadapan dengan lawan yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi dari mereka.
Upaya ini sejalan dengan visi kepemimpinan Erick Thohir yang menargetkan peningkatan kualitas timnas secara menyeluruh.
PSSI kemungkinan besar akan terus melanjutkan strategi untuk memanfaatkan setiap jendela FIFA Matchday di masa mendatang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari target ambisius Indonesia untuk menembus jajaran 100 besar ranking FIFA.
Konsistensi ini tidak hanya memberikan dampak positif pada perolehan poin, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para pemain.
Dengan menghadapi berbagai gaya permainan dari tim-tim internasional, kualitas individu dan kolektivitas tim terus terasah.
Saat ini, agenda FIFA Matchday telah menjadi instrumen utama bagi PSSI dalam mengukur progres kekuatan sepak bola nasional.
Pengalaman dari periode Maret 2022 menjadi pelajaran berharga bagi federasi untuk memastikan bahwa agenda tim nasional tidak boleh terputus.
Ke depan, koordinasi yang matang antara tim pelatih dan federasi menjadi kunci keberlangsungan tren positif ini dalam jangka panjang.















