Como – Como mencatatkan sejarah gemilang dalam kompetisi Liga Champions setelah meraih kemenangan telak 9-1 atas Lens di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis (5/11/2026).
Hasil impresif tersebut menempatkan skuad asuhan Cesc Fabregas setara dengan rekor kemenangan terbesar dalam sejarah turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
Dominasi Como sudah terlihat sejak peluit babak pertama dibunyikan.

Also Read
Andrea Belotti membuka keran gol bagi tuan rumah saat pertandingan baru berjalan empat menit.
Keunggulan tersebut bertambah dengan cepat melalui aksi Nico Paz pada menit ke-12.
Meskipun Lens sempat memberikan perlawanan lewat gol M’Bala Nzola di menit ke-22, pertahanan tim tamu justru runtuh setelahnya.
Como tampil tak terbendung dengan gelombang serangan yang terus menekan lini belakang lawan.
Patrick Cutrone menjadi motor serangan utama dengan mencetak hat-trick pada menit ke-35, 42, dan 68.
Ketajaman lini depan Como juga didukung oleh Lucas Da Cunha yang menyumbangkan dua gol pada menit ke-58 dan 75.
Pesta gol tersebut ditutup dengan aksi Sergi Roberto pada menit ke-82 serta Alberto Cerri di menit ke-88.
Kemenangan dengan selisih delapan gol ini menyamai rekor margin kemenangan terbesar dalam sejarah kompetisi.
Catatan serupa pernah diukir oleh Real Madrid saat menaklukkan Odense BK dengan skor 9-1 pada musim 1964/1965.
Selain itu, Liverpool juga pernah mencatatkan margin delapan gol melalui kemenangan 8-0 atas Besiktas pada tahun 2007.
Performa luar biasa ini menjadi bukti nyata kesiapan Como dalam bersaing di panggung Eropa musim ini.
Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi tim di bawah arahan Cesc Fabregas sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan.
Skema permainan yang diterapkan oleh Fabregas terbukti mampu membongkar pertahanan Lens secara konsisten sepanjang 90 menit pertandingan.
Seluruh pemain menunjukkan koordinasi yang solid, mulai dari lini tengah hingga penyelesaian akhir di area penalti lawan.
Kemenangan ini diharapkan menjadi momentum bagi Como untuk melangkah lebih jauh di fase grup Liga Champions.
Secara statistik, efektivitas serangan Como dalam pertandingan ini tergolong sangat tinggi.
Hampir setiap peluang yang diciptakan berhasil dikonversi menjadi gol oleh para pemain depan.
Kemenangan ini tidak hanya memberikan poin penuh, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para pemain secara signifikan.
Laga ini tercatat sebagai salah satu penampilan paling dominan yang pernah disaksikan di Stadion Giuseppe Sinigaglia dalam beberapa tahun terakhir.
Dukungan suporter tuan rumah turut memberikan motivasi tambahan bagi para pemain untuk terus mencetak gol hingga akhir laga.
Hasil ini dipastikan akan menjadi sorotan di kancah sepak bola Eropa selama beberapa hari ke depan.













