Andorra – Dunia sepak bola Spanyol tengah diselimuti duka mendalam menyusul kabar meninggalnya kiper Andorra CF, Jesus De Miguel, pada usia 24 tahun.
Kepergian mendadak sang pemain muda ini memicu guncangan mental yang hebat bagi rekan-rekan setimnya, termasuk kiper senior Nicolas Ratti.
Dampak psikologis yang ditimbulkan oleh tragedi ini membuat Ratti mempertimbangkan untuk pensiun lebih awal dari karier profesionalnya sebagai penjaga gawang.

Also Read
Andorra CF secara resmi mengumumkan kabar duka tersebut melalui pernyataan tertulis yang disiarkan pada Sabtu, 7 November 2026.
Klub menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga serta orang-orang terkasih yang ditinggalkan oleh sang pemain.
Dikutip dari pernyataan resmi klub, pihak manajemen menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memberikan ruang dan dukungan penuh bagi pihak keluarga yang sedang berduka.
Nicolas Ratti mengungkapkan rasa kehilangan yang luar biasa atas kepergian sahabat karibnya tersebut melalui sebuah pesan emosional di media sosial.
Dalam pesannya, Ratti mengakui bahwa ia merasa kesulitan untuk melanjutkan karier di dunia sepak bola setelah peristiwa tragis ini terjadi.
“Motivasi saya untuk bermain sepak bola telah hilang dan saya serius mempertimbangkan untuk gantung sarung tangan lebih awal,” ujar Ratti sebagaimana dikutip dari unggahan media sosial pribadinya.
Kedekatan emosional antara Ratti dan mendiang De Miguel menjadi alasan kuat mengapa ia merasa terpukul dengan situasi tersebut.
Hingga saat ini, baik pihak klub maupun keluarga belum memberikan keterangan rinci mengenai penyebab kematian Jesus De Miguel.
Pihak otoritas terkait dan klub memilih untuk tidak mempublikasikan detail medis demi menghormati privasi keluarga yang sedang berduka.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, seluruh pertandingan yang melibatkan Andorra CF akan diawali dengan prosesi mengheningkan cipta.
Langkah ini dilakukan untuk mengenang kontribusi dan sosok Jesus De Miguel semasa hidupnya di lapangan hijau.
Dukungan moral terus mengalir dari rekan setim serta elemen klub kepada Ratti agar ia dapat melewati masa sulit ini.
Kepergian pemain berusia 24 tahun ini meninggalkan lubang besar dalam skuad, terutama bagi para pemain yang memiliki hubungan erat di luar lapangan.
Pihak manajemen Andorra CF memastikan akan terus mendampingi para pemain untuk memulihkan kondisi mental mereka setelah insiden ini.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keputusan final terkait masa depan karier Nicolas Ratti di dunia sepak bola profesional.
Klub saat ini lebih memprioritaskan kesejahteraan mental para pemainnya dibandingkan jadwal pertandingan yang padat di divisi bawah Spanyol.
Komunitas sepak bola Spanyol turut menyampaikan duka cita atas hilangnya salah satu bakat muda yang berkompetisi di kompetisi domestik tersebut.













