Jakarta – Langkah pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, di turnamen Korea Open 2026 resmi terhenti pada babak perempat final, Sabtu (7/11/2026).
Kegagalan menembus babak semifinal tersebut tidak mematahkan semangat atlet peringkat atas dunia tersebut.
Ginting justru memilih untuk memandang hasil minor ini sebagai bagian dari fase pemulihan performa yang sedang ia jalani.

Also Read
Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menikmati setiap tahapan dalam proses comeback setelah sempat absen dari kompetisi internasional.
“Hasil ini tentu bukan yang saya harapkan, tapi saya mencoba untuk melihat sisi positifnya,” ungkap Ginting sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi atlet, Sabtu (7/11/2026).
Pebulu tangkis asal Cimahi ini mengaku ingin terus melangkah secara bertahap dalam membangun kembali ritme permainan.
“Saya ingin menikmati setiap proses comeback ini, langkah demi langkah,” kata Ginting.
Secara teknis, Ginting mengakui bahwa dirinya masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kepercayaan diri di lapangan pertandingan.
Ia menyoroti bahwa persaingan di sektor tunggal putra dunia saat ini menuntut kondisi fisik dan mental yang sangat prima.
Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak memaksakan ekspektasi yang tidak realistis dalam waktu dekat.
“Saya tidak mau terlalu membebani diri dengan ekspektasi yang terlalu tinggi secara instan,” ujar Ginting melalui keterangan persnya, Sabtu (7/11/2026).
Strategi yang ia terapkan saat ini adalah berfokus pada evaluasi diri secara mendalam setelah setiap pertandingan berakhir.
“Fokus saya sekarang adalah kembali ke level permainan terbaik saya, dan itu butuh waktu serta kerja keras,” tambah Ginting.
Pihak tim pelatih turut memberikan apresiasi atas daya juang yang ditunjukkan oleh atlet berusia 29 tahun tersebut selama berlaga di Korea Open.
Meskipun tersingkir di delapan besar, performa Ginting dinilai menunjukkan tren perkembangan yang cukup positif dibandingkan penampilan sebelumnya.
Evaluasi menyeluruh kini tengah dilakukan untuk memetakan kelemahan yang masih terlihat selama turnamen berlangsung.
Pihak manajemen atlet memastikan bahwa pemulihan fisik menjadi prioritas utama sebelum ia kembali terjun ke turnamen berikutnya.
Jadwal padat dalam kalender BWF menuntut kesiapan atlet yang matang agar mampu bersaing dengan lawan-lawan tangguh di masa depan.
Ginting diharapkan dapat segera kembali ke performa puncak dan memperbaiki konsistensi permainannya di ajang selanjutnya.
Kini, ia akan segera bertolak dari lokasi turnamen untuk memulai program latihan pemulihan intensif.
Seluruh tim pendukung berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh agar proses kebangkitan Ginting berjalan sesuai dengan rencana.
Target jangka panjang tetap menjadi acuan bagi Ginting untuk kembali mendominasi persaingan di papan atas tunggal putra dunia.













