Jakarta – LaLiga kini tengah menempuh jalur diplomasi intensif guna memulihkan akses siaran kompetisi sepak bola kasta tertinggi Spanyol tersebut di pasar China.
Upaya ini dilakukan menyusul dampak berkepanjangan dari aksi boikot yang sempat dilakukan oleh televisi nasional China, CCTV, terhadap seluruh tayangan pertandingan LaLiga.
Ketegangan tersebut berakar dari pernyataan keras Presiden LaLiga, Javier Tebas, pada tahun 2022 lalu.

Also Read
Kala itu, Tebas melontarkan kritik tajam terhadap keputusan Kylian Mbappe yang memilih memperpanjang kontrak bersama Paris Saint-Germain (PSG) alih-alih pindah ke Real Madrid.
Dalam pernyataan resminya, Javier Tebas menyebut keputusan Mbappe tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap sepak bola dunia.
Tebas bahkan sempat mengancam akan melayangkan pengaduan resmi kepada UEFA terkait dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play oleh pihak PSG.
Reaksi keras tersebut memicu ketersinggungan pihak China karena PSG dimiliki oleh Qatar Sports Investments.
Hubungan erat antara Qatar dan China dalam berbagai sektor strategis membuat komentar Tebas dianggap sebagai intervensi yang tidak etis.
CCTV sebagai pemegang hak siar utama di China kemudian mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh penyiaran pertandingan LaLiga.
Pemutusan akses siaran ini menjadi pukulan telak bagi operasional LaLiga karena China merupakan salah satu pasar terbesar mereka di benua Asia.
Laporan dari media Spanyol menunjukkan bahwa situasi semakin rumit akibat adanya ketegangan diplomatik antara Spanyol dan China.
Pihak otoritas China menilai Tebas telah melampaui batas dengan mencampuri urusan internal klub yang didukung oleh investor dari negara mereka.
Meskipun saat ini Mbappe telah resmi berseragam Real Madrid, efek domino dari perselisihan tersebut masih terasa hingga Sabtu, 7 November 2026.
LaLiga kini berada dalam posisi sulit untuk mengembalikan kepercayaan publik dan pemegang hak siar di China.
Javier Tebas dalam beberapa kesempatan terakhir menyatakan keinginan pribadinya untuk memperbaiki hubungan dengan pasar China.
Ia secara terbuka mengakui bahwa China adalah bagian krusial bagi strategi pertumbuhan global LaLiga di masa depan.
Saat ini, operator liga terus melakukan negosiasi strategis guna memastikan siaran kompetisi dapat kembali normal.
Tujuan utama dari upaya tersebut adalah meminimalisir hambatan politis yang sempat mengganggu distribusi tayangan pertandingan ke seluruh wilayah China.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan siaran LaLiga akan kembali mengudara secara luas di televisi nasional China.
Pihak manajemen liga tetap berupaya melakukan pendekatan diplomatis guna menormalkan kembali hubungan bisnis yang sempat retak tersebut.













