Mokpo – Langkah pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, resmi terhenti di babak 16 besar turnamen Korea Open 2026.
Kepastian tersebut terjadi setelah Alwi menelan kekalahan dalam pertarungan dramatis melawan wakil tuan rumah, Cho Geon-yeop, pada Kamis (5/11).
Duel yang berlangsung di Mokpo Indoor Stadium itu menguras tenaga kedua pemain selama 91 menit.

Also Read
Alwi harus mengakui keunggulan lawan melalui permainan tiga gim ketat dengan skor akhir 21-18, 19-21, dan 20-22.
Pertandingan dibuka dengan dominasi Alwi yang mampu mengendalikan jalannya laga sejak awal.
Variasi pukulan yang diterapkan Alwi terbukti efektif dalam membongkar pertahanan lawan.
Strategi tersebut membuahkan hasil manis dengan kemenangan pada gim pertama dengan skor 21-18.
Memasuki gim kedua, situasi di lapangan berubah menjadi lebih intens.
Cho Geon-yeop mulai meningkatkan agresivitas permainannya dengan memanfaatkan dukungan penuh dari publik tuan rumah.
Kedua pemain terlibat dalam aksi kejar-kejaran angka yang cukup ketat.
Fokus Alwi sempat goyah di poin-poin krusial gim kedua.
Akibatnya, Alwi harus merelakan gim tersebut jatuh ke tangan Cho dengan skor tipis 19-21.
Memasuki gim penentuan, stamina kedua atlet benar-benar diuji hingga mencapai titik maksimal.
Reli-reli panjang tak terelakkan terjadi di sepanjang gim ketiga sebagai bukti ketangguhan fisik kedua pemain.
Alwi sempat mencatatkan keunggulan dalam perolehan poin di pertengahan gim.
Namun, Cho mampu bangkit dan mengejar ketertinggalan hingga memaksakan terjadinya deuce.
Pada momen krusial tersebut, Alwi melakukan kesalahan fatal yang mengakhiri langkahnya di turnamen ini.
Sebuah pengembalian bola dari Alwi dinyatakan keluar lapangan oleh wasit.
Poin tersebut sekaligus memastikan kemenangan Cho Geon-yeop dengan skor 20-22.
Kekalahan ini memupus harapan Alwi untuk melaju ke babak perempat final Korea Open 2026.
Meski gagal melangkah lebih jauh, performa Alwi dalam laga tersebut menuai banyak apresiasi.
Ia dinilai mampu memberikan perlawanan sengit hingga detik terakhir pertandingan.
Alwi tetap menunjukkan daya juang tinggi meskipun harus menghadapi tekanan atmosfer pendukung lawan yang masif.
Hasil ini menjadi catatan evaluasi penting bagi tim pelatih tunggal putra Indonesia dalam menghadapi turnamen internasional berikutnya.
Konsistensi di poin-poin kritis diprediksi menjadi aspek utama yang perlu dibenahi oleh pemain muda tersebut.
Kegagalan ini sekaligus menutup partisipasi Alwi Farhan di sektor tunggal putra pada ajang Korea Open tahun ini.
















