MANCHESTER – Manchester City saat ini tengah menghadapi krisis performa yang cukup mencolok di awal musim kompetisi 2026.
Juara bertahan Premier League tersebut mencatatkan rekor buruk dengan menelan kekalahan beruntun dalam empat pertandingan terakhir di semua ajang kompetisi.
Tren negatif ini memuncak setelah skuad asuhan Pep Guardiola takluk 1-2 dari Brighton & Hove Albion pada laga liga yang berlangsung baru-baru ini.

Also Read
Lini pertahanan yang selama ini menjadi keunggulan tim kini terlihat sangat rapuh dan mudah ditembus oleh lawan.
Statistik menunjukkan bahwa gawang yang dikawal Ederson telah kebobolan sebanyak 10 gol hanya dalam empat pertandingan terakhir.
Catatan kebobolan tersebut terjadi saat menghadapi Tottenham Hotspur, Bournemouth, Sporting CP, hingga Brighton.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, secara terbuka mengakui bahwa timnya sedang berada dalam kondisi yang tidak ideal dalam aspek pertahanan.
Ia menyoroti bahwa banyak gol yang bersarang ke gawang timnya merupakan akibat dari kesalahan mendasar yang seharusnya bisa dihindari.
“Kami kesulitan untuk memenangkan duel. Kami tidak cukup konsisten dalam bertahan. Banyak gol yang kami terima terjadi karena kesalahan dasar atau kurangnya konsentrasi di momen-momen krusial,” ujar Guardiola dikutip dari laman resmi klub, Jumat (6/11/2026).
Pelatih asal Spanyol itu menekankan bahwa penurunan performa ini merupakan masalah kolektif dan bukan kesalahan individu pemain tertentu.
“Ini bukan tentang satu pemain saja, ini tentang kolektivitas. Kami harus segera menemukan kembali soliditas kami. Kami tahu standar yang kami tetapkan, dan saat ini kami berada di bawahnya,” imbuhnya.
Analisis publik menyebutkan bahwa absennya gelandang kunci Rodri menjadi faktor utama di balik hilangnya keseimbangan permainan The Citizens.
Rodri saat ini harus menepi dalam waktu yang cukup lama akibat cedera lutut parah yang dideritanya.
Ketiadaan pemain tersebut membuat lini tengah City kehilangan perlindungan bagi empat bek sejajar saat menghadapi serangan balik lawan.
Meski demikian, Guardiola menolak untuk menjadikan absennya Rodri sebagai kambing hitam atas rentetan hasil buruk yang diraih timnya.
Ia menegaskan bahwa setiap anggota skuad memiliki kewajiban untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada di lapangan.
“Kami harus menemukan solusi. Kami tidak bisa terus-menerus kebobolan gol seperti ini jika ingin bersaing di level tertinggi,” tegas Guardiola.
Manajemen tim kini dituntut untuk segera melakukan evaluasi mendalam demi memperbaiki organisasi permainan.
Upaya perbaikan organisasi pertahanan menjadi fokus utama Guardiola untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain.
Ketatnya persaingan di papan atas klasemen membuat Manchester City tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pembenahan.
Kondisi fisik dan mental pemain akan menjadi ujian berat bagi staf pelatih dalam beberapa pekan ke depan.
Guardiola memastikan bahwa kerja keras di sesi latihan menjadi satu-satunya jalan keluar untuk mengakhiri tren negatif ini.
“Kami harus kembali bekerja keras dan memperbaiki organisasi permainan,” pungkasnya melalui laman resmi klub.













