Jakarta – Pelatih AS Roma, Daniele De Rossi, mengungkapkan bahwa kekalahan timnya atas Manchester United dalam rangkaian tur pramusim di Amerika Serikat memberikan evaluasi taktis yang jauh lebih krusial dibandingkan saat menghadapi Real Madrid.
Giallorossi sebelumnya mencatatkan hasil minor dalam dua laga persahabatan bergengsi tersebut.
AS Roma harus mengakui keunggulan Manchester United dengan skor 2-3.

Also Read
Setelah itu, skuad asuhan De Rossi kembali menelan kekalahan tipis 1-2 saat berhadapan dengan Real Madrid.
Kendati Real Madrid memiliki reputasi besar di kancah Eropa, De Rossi justru menyoroti pola permainan Manchester United yang lebih menantang bagi anak asuhnya.
Sang pelatih menilai bahwa pendekatan taktis yang diterapkan oleh tim asuhan Erik ten Hag memberikan tekanan yang sangat spesifik.
Tekanan tersebut memaksa para pemain AS Roma untuk bekerja lebih keras dalam membangun serangan dari lini belakang.
Menurut De Rossi, pola permainan Setan Merah lebih menguji disiplin posisi para pemainnya dibandingkan gaya permainan Real Madrid yang cenderung lebih cair.
Evaluasi mendalam dilakukan De Rossi setelah melihat bagaimana Manchester United memanfaatkan setiap celah dalam transisi permainan.
Ia mengakui bahwa kesalahan-kesalahan dasar yang dilakukan timnya terlihat sangat mencolok ketika menghadapi intensitas tekanan dari Manchester United.
“Melawan Real Madrid memang memberikan gengsi tersendiri, tetapi jujur saja, Manchester United memberi kami ujian yang lebih nyata. Mereka menekan dengan cara yang membuat kami harus berpikir lebih cepat,” ujar De Rossi dikutip dari laporan resmi tim, Kamis (5/11/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sang pelatih lebih mengutamakan aspek pembelajaran taktis di atas hasil akhir pertandingan.
Bagi De Rossi, rangkaian pertandingan pramusim bukan sekadar ajang mengejar kemenangan.
Ia memanfaatkan momen ini sebagai ruang eksperimen untuk menguji sejauh mana filosofi permainannya dipahami oleh para pemain.
Fokus utama saat ini adalah mematangkan taktik sebelum kompetisi Serie A musim baru resmi digulirkan.
De Rossi menyoroti kelemahan di lini pertahanan yang sempat terekspos saat menghadapi klub-klub besar tersebut.
Ia ingin memastikan bahwa organisasi permainan timnya tetap terjaga dengan konsisten.
Sisa waktu pramusim akan dimaksimalkan untuk memperbaiki koordinasi antar lini agar AS Roma siap bertempur di pertandingan kompetitif.
Sang juru taktik menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan organisasi permainan tanpa memedulikan siapa lawan yang akan dihadapi di lapangan.
Peningkatan performa menjadi target utama sebelum AS Roma kembali ke Italia untuk memulai musim kompetisi yang sesungguhnya.















